Ketidak-jelasan sikap para pemimpin menumbuhkan sikap militansi para relawan PMI sulit dibendung. Pada kadar tertentu, hal ini mungkin tidak membahayakan keselamatan orang banyak mengingat bahwa, bagaimanapun wujud kejengkelan itu, nurani mereka telah terbentuk dengan sentuhan-sentuhan kemanusiaan yang begitu dalam. Meski begitu, mereka tetap manusia biasa yang setiap saat dapat berubah sikap menjadi tak terkendali. Karena banyak diantaranya yang telah diperlakukan diskriminatif oleh pengurus PMI di berbagai tingkat organisasi. Tidak hanya di daerah, tapi juga sampai di pusat.
Dengan meningkatnya derajat tekanan akibat ketidak-jelasan sikap para pemimpin itu, militansi yang semula dapat diarahkan pada sikap-sikap positif sangat mungkin menjadi tindakan destruktif. Inilah yang sangat berbahaya. Dan tanda-tanda yang sudah sangat jelas ini masih belum mampu dibaca dengan cermat oleh para pemimpin baik di lingkungan organisasi PMI pada umumnya dan khususnya oleh para politisi yang saat ini tengah mengacak-acak negeri ini dengan kepongahannya.










