RAPOR MERAH DI HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Kurikulum 2013 tak mampu dibendung lagi. Protes keras AGTIKKNAS sampai ke DPR dan Gedung Kemendiknas tak menyurutkan niat merevisi keputusan yang menghapus mapel TIK dan KKPI.

KOTA VOKASI : ANUGERAH ATAU BENCANA - BAGIAN II

Kebijakan kota vokasi adalah untuk peningkatan akses dan mutu SMK yang lebih besar, serta memadukan antara pendidikan kejuruan dengan pengembangan tata kota dengan mengutamakan pengembangan sektor ekonomi wilayah kabupaten/kota (Economic Development).

KOTA VOKASI: ANUGERAH ATAU BENCANA - BAGIAN I

Kebijakan Kota Vokasi yang satu dampaknya adalah penurunan animo peserta didik (siswa/i) di sekolah menengah umum (SMA/MA) karena kecenderungan warga masyarakat umum khususnya di pedesaan lebih menginginkan putra/i-nya ikut proses belajar mengajar di SMK meningkat pesat. Juga oleh gencarnya promosi yang dilakukan para pejabat...

KARYA BAKTI UNTUK NEGERI 2014 DI KABUPATEN KEBUMEN

Komunitas SukaRelawan Palang Merah Indonesia (PMI)di media sosial ini menyelenggarakan kegiatan KARYA BAKTI untuk NEGERI (KBN) 2014 di Kabupaten Kebumen dalam rangka mewujudkan satu misi Kewirausahaan Sosial dan tujuan menguatkan upaya untuk kebaikan dan perbaikan organisasi PMI.

CELOTEH SOPIR MINIBUS GOMBONG - KEBUMEN

Perkataan sopir angkutan umum acapkali hanya dipandang sebelah mata. Kali ini sungguh luar biasa. Pengetahuan luas dan gaya bahasanya lugas. Contoh yang dikemukakan sangat masuk akal dan mengejutkan. Tiga pejabat Bupati Kebumen tak mampu selesaikan RSUD secara maksimal.

Tampilkan postingan dengan label berdedikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berdedikasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Agustus 2013

Diaspora Indonesia - Sukses di Negeri Seberang

Mendagri Suriname-Soewarto Mustadja asal Kebumen

Dalam bagian sambutan pembukaan Kongres Diaspora Indonesia (CID) II di Jakarta Convention Center, Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono menyebut satu nama yang menginspirasi dirinya yaitu Sri Mulyani Indrawati. Sosok yang mengorbit namanya sebagai pengamat ekonomi dan Menteri Keuangan RI pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid 1, kini merupakan orang nomor dua di Bank Dunia yang berkantor pusat di Amerika Serikat. Beliau adalah satu-satunya Indonesia yang popularitasnya pernah masuk dalam jajaran 100 perempuan paling berpengaruh di dunia.

Sosok Sri Mulyani yang begitu kokoh dapat dimaklumi karena memiliki garis keturunan dengan pelajar pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia pasca Prokalamsi 17 Agustus 1945, yaitu Retno Sriningsih. Secara kebetulan, ibu kandung Sri Mulyani itu adalah pelajar Sekolah Guru Putri Yogyakarta yang bersama almarhum ibu kami mendapat kepercayaan dari sekolah tersebut untuk menjalani pelatihan dasar kemiliteran dan kepalangmerahan diMilitaire Academie (MA) Kotabaru Yogyakarta sekitar Juli 1946 selama dua minggu. Selain itu, ternyata saudara sekandung Retno Sriningsih yakani Retno Triningsih adalah juga peserta pelatihan yang dikhususkan bagi para pelajar setingkat SMP dan SMA yang kemudian dikenal dengan namaTentara Pelajar Brigade 17 TNI tinggal di Australia sebagai diaspora Indonesia.



Cerita sukses Diaspora Indonesia terjadi di berbagai bidang kehidupan dan penjuru dunia internasional. Dalam pelajaran sejarah dunia dijelaskan tentang pengiriman sejumlah besar warga masyarakat etnik Jawa, khususnya dari wilayah yang kita kenal sebagai Provinsi Jawa tengah saat ini ke Suriname. Sebuah daerah atau wilayah yang ketika itu, sekitar tahun 1860 - 1880 belum banyak dikenal dalam pentas dunia. Letaknya ada di Amerika Selatan. Mereka dibawa oleh pemerintah penjajahan Hindia Belanda sebagai budak atau koeli. Siapa sangka bila lebih dari dua abad setelah itu, anak keturunan para budak itu telah menjadi orang yang berkedudukan sangat penting di sana. Yang perlu kita apresiasi adalah semangat hidup dan upaya atau perjuangan mereka sampai mendapat tempat terhormat itu.

Pelajaran besar yang dapat kita petik dari dua tokoh besar dunia itu adalah kegigihan atau semangat juang, kerja keras dan tentu berbekal pendidikan memadai. Mereka berdua telah membuktikan dirinya sebagai pejuang tangguh. Meski didera kasus Century yang selain mengandung aspek hukum yakni tindak pidana korupsi, tapi nuansa politiknya juga sangat kentara. Bank Dunia selaku institusi keuangan internasional tentu saja tidak akan gegagah menarik Sri Mulyani Indrawati ke dalam jajaran pimpinan. Terlalu riskan dan bodoh jika para anggota Dewan Direktur Bank Duni yang sangat mengandalkan kepercayaan masyarakat dunia internasional memaksakan diri merekrut mantan Menteri Keuangan RI itu jika tidak sangat yakin jika seorang Sri Mulyani Indrawati yang negeri asalnya tengah dilanda masalah akut KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme).
Salah satu pendapatnya tentang ketertinggalan pembangunan di Indonesia yang menyebabkan urbanisasi ke pusat (Jakarta) sulit diurai sampai sekarang adalah beban berat gaji PNS (Pegawai Negeri Sipil) di daerah yang porsinya mendominasi sektor pengeluaran dalam APBD. Pernyataan ini tentu bukan tanpa alasan yang sangat kuat. Selama ini, kita tahu bahwa banyak Kabupaten/ Kota yang seolah berjalan di tempat proses pembangunan wilayahnya karena porsi pengeluaran untuk membayar gaji PNS lebih dari 70% seperti di Kabupaten Kebumen dan Klaten Jawa tengah. Kedua daerah itu punya tipe yang relatif sama yaitu tradisional - feodalistik.


Kabupaten Kebumen yang pernah dipimpin Rustriningsih yang disebut-sebut sebagai Srikandi dalam periode kepemimpinannya tak banyak berkembang maju selain para pejabat dan keluarganya. Satu bukti nyata adalah proyek pemindahan RSUD yang terbengkelai sampai sekarang. Sementara itu, untuk membuat satu keputusan yang boleh jadi akan menjadi kebanggaan rakyat Kebumen semisal mengangkat potensi kerajinan anyaman pandan di tiga wilayah kecamatan: Karanganyar, Karanggayam dan Sruweng menjadi produk unggulan daerah sesuai konsep OVOP tak pernah tersentuh. Dan dua pimpinan puncak di Provinsi Jawa Tengah yaitu Gubernur Bibit Waluyo berasal dari Klaten, sementara itu Rustriningsih dari Kebumen. Jargon bali ndeso, mbangun deso (pulang kampung, membangun tanah kelahiran) hanya slogan kosong.
Tulisan ini juga ada di: pakitong.blogdetik.com 

Kamis, 08 Agustus 2013

Relawan Kemanusiaan dan Lainnya (II) - Relawan PMI Berdedikasi


Berita tewasnya seorang relawan PMI yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan di daerah konflik, Papua, akhir Juli 2013 yang lalu diangkat dalam beragam versi. Ketika dilansir pertama kali oleh media lokal Bintang Papua disebutkan bahwa menurut penuturan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Papua, Drs.Johanis Safkaur, M.M., mengatakan, 3 tenaga medis yang tertembak di Puncak Senyum, Kabupaten Puncak Jaya adalah anggota Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua Wilayah Puncak Jaya. Hal ini dikuatkan oleh Sekretaris Jendral PMI Pusat, Budi Adiputro, yang mengutuk keras tindakan yang dinilai melanggar Konvensi Jenewa 1864 dan 1949 tersebut saat melakukan pertemuan terbatas dengan Polri dan TNI. Sementara itu, dalam hal penyebutan nama, ada yang menyebut nama Erik Yoman sebagaimana dilansir Kompas.com  atau Eri Wonda versi Tempo.co  dan  news.okezone.com . 

Ketidakjelasan pemberitaan di atas nampaknya menguatkan asumsi yang berkembang di lingkungan PMI, khususnya para relawan yang mengawal perjalanan pembahasan RUU Lambang Palang Merah yang berlangsung lebih dari 7 tahun (2005 - 2012) kemudian berganti nama menjadi RUU Kepalangmerahan (2012 - 27 Juni 2013) memang tidak dilakukan dengan bersungguh-sungguh baik oleh DPR selaku pengusul maupun Pemerintah RI  sebagaimana dijelaskan oleh Ketua DPR RI-Dr. Mazuki Alie . Ada yang berseloroh, karena menyangkut kepentingan PMI yang nota benernya adalah "tak beruang" maka proses pembahasannya seihlasnya alias kalau ada sisa waktu. Tapi ada juga yang menyikapi suasana ini sebagai bentuk hilangnya kepekaan nurani kemanusiaan para anggota Dewan yang akan menjadi lebih terhormat jika mereka memiliki dan menggunakannya untuk melihat dampak penundaan itu.

Relawan PMI yang menangkap gelagat buruk ini kemudian berupaya mencari tahu sebab-sebab teknisnya dari PMI Pusat. Di sisi lain, ada sebagian relawan melakukan analisis politik terutama untuk mengetahui penyempitan arus isu melalui kajian berita media massa dan khususnya media sosial. Kenapa media sosial semacam Facebook, Twitter, Blog dan lain-lain menjadi perhatian utama? Setiap kali relawan PMI yang tengah melakukan kajian politik ini, semakin banyak ditemukan fakta bahwa pihak atau partai politik yang tidak suka lambang palang merah dan PMI sedang gencar memanfaatkan media sosial untuk menggiring opini publik dalam proses pencitraan dirinya sebagai partai politik papan atas. Bahkan dengan cara-cara yang sangat bertentangan dengan hakikat nilai yang mereka usung sebagai bahan dasar kampanye pada proses pencitraan itu. Gusti Allah boten sare ! Allah itu Maha Adil dan Kuasa atas segala sesuai di alam semesta.

Munculnya kasus impor daging sapi yang menyeret presiden Partai Keadilan Sejahtera, Lutfi Hasan Ishak sebagai bagian dari pelaku tindak pindana korupsi yang disangkakan kepada Achmad Fatonah yang kemudian diketahui publik sebagai playboy tetap dibela dengan beragam cara melalui media sosial dengan intensitas sangat luar biasa. Ada yang memakai identitas terang, tapi sebagian besar tanpa nama atau memakai nama lain (nickname). Satu diantaranya nampak pada tulisan saya si centil yang suka menohok. Dan juga yang masih ringan  menyoal lambang PMI . Terakhir muncul hal serupa di grup facebook TKRNasional yang kebanyakan anggotanya adalah Relawan PMI ketika ada debat sengit pengguna akun Moh. Kafrawi yang memakai foto profil anggota Pasukan Khusus TNI AD (Kopassus) dan saya menanggapi kiriman dan tanggapan dua pemilik akun yang saya kenal dekat pribadinya. Inilah satu kecil bukti perbedaan mendasar integritas dan dedikasi  Relawan PMI dan relawan politik atau yang lainnya. 
Satu acara sersan di sela TKN V 2013
Orientasi politik Relawan PMI adalah pengamalan ilmu pengetahuan, sedangkan relawan politik pada figur politisi atau partai politik tertentu. Sementara itu, dedikasi Relawan PMI adalah pada tujuan visi kemanusiaan universal yang sebenarnya merupakan pengeja-wantahan dari ajaran dan tujuan Islam yang memberi kebaikan bagi seluruh umat manusia dan alam semesta (rahmatan lil 'alamin) ini. Dan ini juga yang menjadi roh  Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Relawan PMI yang berdedikasi menjaga roh tersebut dengan segenap jiwa dan raga.

H. Tutur Priyanto, Charles Taroreh, Dadi Kusmayadi dan Heri Yoman alias Eri Yoman atau siapapun nama asli para Relawan PMI yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di Puncak Jaya, Papua akhir Juli 2013 adalah catatan sejarah bagi PMI dan Bangsa Indonesia. Juga sejumlah korban perang kemerdekaan yang diberi tanda khusus (prasasti) di Malang. Boleh jadi ada nama dan peristiwa lain yang terlewatkan dalam catatan sejarah. Meski organisasi PMI diguncang dari luar melalui banyak hal, khususnya proses politik sektarian pembahasan RUU Kepalangmerahan dan kepicikan sejumlah orang yang mendapat amanah menjalankan organisasi PMI di berbagai tingkatan, di manapun dan dalam kesempatan apapun, Relawan PMI yang berdedikasi tinggi pada tujuan, misi dan visi Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah akan tetap dan selalu ada. Inilah yang membedakan kadar dedikasi Relawan PMI dengan relawan lainnya.